Sabtu, 07 Juli 2012

Makalah Hubungan Sosial



 TUGAS GEOGRAFI

Kompetensi Dasar 6.1 : Mendiskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial
Indikator :    1.   Mengidentifikasi bentuk-bentuk hubungan sosial
                     2.   Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong terjadinya hubungan
                           sosial
                     3.   Mengidentifikasi dampak-dampak hubungan sosial



KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “Bentuk-bentuk Hubungan Sosial” ini yang merupakan tugas geografi dari guru geografi kami tercinta dapat terselesaikan.

Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala alam dan kehidupan di muka bumi. Ilmu ini juga mempelajari interaksi antara manusia dan lingkungan dalam kaitannya dengan susunan keruangan dan kewilayahan. Gejala alam dan kehidupan tersebut dipandang sebagai kegiatan yang dapat memberi dampak kepada makhluk hidup yang tinggal di atas permukaan bumi.

Karena pengetahuan Geografi kami belum begitu luas kami menyusun makalah ini agar kami memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam dalam bidang sosial untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat sehingga kita dapat lebih baik bersosialisasi.

                                                              Tim Penyusun





                                                          Kelompok 5 (Lima)














Mengindentifikasi Hubungan - Hubungan Sosial


Menurut Status

Hubungan Tertutup
Hubungan tertutup adalah hubungan sosial yang terjadi dalam satu golongan sosial tertentu.
Misalnya :
Golongan bangsawan pada sistem kerajaan merupakan kelompok atas, terpisah dengan kelompok lainnya. Kelompok lain tidak sederajat mereka sehingga tidak boleh bergaul dengan yang bukan dari golongan bangsawan. Dalam hal perkawinan, mereka pun hanya boleh secara resmi diantara golongan bangsawan, kawin dengan orang di luar golongan bangsawan dianggap merendahkan martabat keluarga.
foto Pangeran Harry (kiri) dan Pangeran William (kanan) yang merupakan keluarga kerajaan di Inggris









Hubungan Terbuka
Hubungan terbuka adalah bentuk hubungan sosial yang disebabkan oleh perbedaan status di masyarakat, bukan oleh kelompok sosial.
Misalnya :
Hubungan antara pimpinan dengan bawahan, hubungan antara guru dengan siswa, hubungan antara majikan dengan karyawan, dan sebagainya. Seorang pimpinan, atau seorang guru tidak ditentukan oleh keturunan, tidak berdasarkan kemampuan individu. Walaupun bodoh bila keturunan bangsawan, dianggap masyarakat biasa.

Seiring dengan berkembangnya kemajuan zaman, bentuk hubungan sosial tertutup semakin berkurang karena dianggap tidak zamannya lagi. Manusia sekarang berpikir bukan dari keturunan siapa, tapi apa kemampuan yang dia miliki. Banyak pemimpin-pemimpin yang muncul dari golongan rakyat biasa, tapi karena dia memiliki kecerdasan dan kemampuan yang tinggi, akhirnya dia berhasil menjadi pemimpin.

Menurut Tingkat

Hubungan Sosial Horizontal
Hubungan sosial horizontal adalah hubungan sosial antara individu atau kelompok yang sederajat yang saling berkepentingan atau memiliki kepentingan yang sama.
Misal :
Hubungan antara siswa dan siswa, guru dengan guru, hubungan sesama karyawan dan sebagainya.
(pertemanan antar siswa)

Hubungan Sosial Vertikal
Hubungan sosial vertikal adalah hubungan sosial antara individu atau kelompok yang sederajat yang saling berkepentingan atau memiliki kepentingan yang sama.
Misal :
Antara pemimpin dengan bawahan. Dalam hubungan ini, seorang bawahan tidak dapat memerintahkan atasan, tetapi sebaliknya atasan yang memberi perintah ke bawahan.
Dalam tata pergaulan ini, terdapat beberapa perbedaan pergaulan sesama bawahan. Misalnya dalam berbicara seorang bawahan tidak boleh mengatakan “kamu” pada atasannya, karena hal itu bagi kita sangat tidak sopan, jadi kita harus menyebutkan “anda” atau “bapak”. Sebaliknya apabila pada sesama bawahan boleh saja berbicara dengan menggunakan “kamu” pada temannya sesama pekerja karena bentuk hubungan mereka horizontal.
(hubungan antara pimpinan dan sekretaris)

Menurut Waktu

Hubungan Temporer
Hubungan temporer adalah hubungan sosial yang sifatnya sementara atau dalam waktu tertentu.




Misal :
Saat kita naik angkot, kita bertemu dengan para penumpang angkot lainnya. Bentuk hubungan sosial kita dengan penumpang angkot itu hanya sampai ke tempat tujuan. Kalau kita sudah mencapai tempat tujuan, dan ongkos sudah dibayar, maka putuslah hubungan kita dengan penumpang angkot itu. Kita akan berhubungan kembali apabila suatu ketika kita bertemu dengan penumpang itu kembali.

Hubungan Permanen
Hubungan permanen adalah hubungan sosial yang sifatnya lama, bahkan dapat seumur hidup.
Misal :
Hubungan ayah dan ibu dengan anak, hubungan dengan saudara akan berlangsung selamanya, selama masing-masing dari mereka masih hidup. Hubungan sosial di antara mereka tidak ditentukan oleh waktu tapi ditentukan oleh umur. Hubungan permanen seperti ini tidak terbatas hanya pada keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, tetapi dalam pengertian keluarga yang lebih luas, seperti hubungan sosial dengan semua keluarga ayah dan keluarga ibu.







Menurut Kepentingan

Hubungan Sosial Primer
Hubungan sosial primer adalah hubungan sosial yang sifatnya pribadi. Hubungan pribadi tersebut melekat pada kepribadian seseorang, dan tidak dapat diganti oleh orang lain.
Misal :
Ian mempunyai hubungan pribadi dengan Yuka, maka hubungan pribadi tersebut hanya terjadi antara Ian dan Yuka, tidak mungkin kakak atau adik Yuka menggantikannya. Hubungan primer bersifat suka rela dalam arti bahwa hubungan tersebut tidak berdasarkan kepentingan.

Hubungan sosial primer yang masih murni dapat dijumpai pada masyarakat desa yang belum banyak menerima pengaruh dari luar. Hubungan sesama warga meruapakan satu kesatuan setiap individu saling kenal satu dengan yang lain secara baik. Sebagaimana yang dikenal dengan istilah paguyuban. Paguyuban (gemainscaft) yaitu satu kesatuan sosial yang diikat oleh hubungan batin yang murni dari setiap anggotanya, bersifat alamiah dan kekal. Bentuk hubungan sosial seperti ini dapat ditemukan dalam keluarga, rukun tetangga, kelompok kekerabatan, desa di daerah pedalaman, dan sebagainya.

Hubungan Sosial Sekunder
Hubungan sosial sekunder adalah hubungan sosial yang sifatnya formal (resmi), impersonal (tidak bersifat pribadi), dan segmental (terpisah-pisah) yang didasarkan asas manfaat.
Misal :
Penyajian kontrak antara dua pihak, baik sebagai individu maupun sebagai suatu organisasi, misalnya kontrak jual-beli. Pihak-pihak yang melakukan kontrak saling berhubungan karena memiliki kepentingan atau tujuan tertentu. Di antara pihak yang melakukan  kontrak, dapat saja tidak saling mengenal satu sama lain, karena hubungan mereka tidak bersifat pribadi.
Hubungan sosial terbentuk atas kehendak karena adanya tujuan-tujuan tertentu. Hubungan masyarakat sosial seperti ini disebut patembayan (gessellschaft). Patembayan adalah suatu sistem sosial yang terbentuk atas kehendak yang didasarkan adanya persamaan kepentingan tujuannya. Pada masyarakat seperti ini hubungan sosial karena pribadi, ikatan keluarga, dan ikatan adat tidak diperlukan. Hubungan sosial ditentukan semata-mata oleh kepentingan yang dilakukan melalui proses tawar-menawar yang kemudian dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis. Segala sesuatu didasarkan untung ruginya dalam hubungan tersebut, tanpa diperhatikan faktor-faktor lain. Hubungan sosial pada masyarakat patembayan seperti ini umumnya terdapat di kota-kota, terutama kota besar yang penduduknya heterogen.




Indikator 2 





Mengidentifikasi
Faktor-faktor Pendorong
Terjadinya Hubungan Sosial


Kesamaan Asal (daerah) Atau Bahasa
Orang-orang dari satu daerah, atau bahasa menjadi pendorong individu-individu melakukan hubungan sosial.
Misal :
Erien tinggal di Sidoarjo. Suatu saat dia pindah ke Makassar. Karena perbedaan budaya dan bahasa, Erien jadi kesusahan bergaul dengan orang-orang di Makassar. Di Makassar ada Oriza. Ternyata Oriza berasal dari Sidoarjo juga bahkan berasal dari SMP yang sama. Hal ini membuat mereka lebih akrab dan dekat.








Kesamaan Agama
Kesamaan agama merupakan salah satu faktor pendorong masyarakat melakukan hubungan sosial, walaupun terdapat perbedaan dari segi etnis dan bahasa. Dalam hal ini agama mempersatukan masyarakat menjadi satu kesatuan sosial.



Hubungan Keluarga
Adanya hubungan keluarga mengharuskan orang-orang yang memiliki ikatan keluarga melakukan hubungan sosial. Hubungan sosial karena hubungan keluarga sifatnya permanen sebagaimana telah kami uraikan sebelumnya. Hubungan sosial di antara mereka tidak ditentukan oleh ikatan batin.
Misal :
Bartholomew Jojo Simpsons atau Bart yang bersaudara dengan Lisa Marie Simpsons atau Lisa, mereka saling berjauhan Bart tinggal di Amerika, sedangkan Lisa tinggal di Prancis walaupun mereka saling berjauhan, mereka tetap melakukan hubungan sosial karena mereka bersaudara.

Hubungan Kerja
Adanya hubungan kerja menyebabkan timbulnya hubungan sosial di antara idividu – individu yang memiliki hubungan kerja.
Misal :
ø  Adanya hubungan majikan dengan karyawan karena mereka memiliki hubungan kerja, demikian halnya hubungan sosial sesama karyawan.
ø  Hubungan antara instansi pemerintah terjadi karena adanya hubungan antara instansi tersebut.

Kesamaan Ideologi
Adanya kesamaan ideologi yang terdapat di dalam masyarakat membentuk suatu hubungan sosial yang diwujudkan dalam sebuah organisasi, misalnya terbentuknya partai – partai politik, baik di tanah air (Indonesia) maupun di negara – negara lain.

Kesamaan Kepentingan
Kesamaan kepentingan mendorong setiap individu atau masyarakat melakukan hubungan sosial.
Misal :
ø  Lahirnya perkongsian dagang seperti C.V., P.T., koperasi, dan sebagainya karena anggota–anggotanya memiliki kepentingan yang sama yaitu mencari keuntungan.

ø  Terbentuknya serikat–serikat pekerja karena mereka mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama yaitu memperkuat posisi mereka sebagai pekerja agar mereka terhindar dari tindakan sewenang–wenang dari perusahaan, meningkatkan kesejahteraan anggota–anggotanya, dan lain–lain.

Kesamaan Tempat Tinggal (domisili)
Orang – orang yang berada pada domosili (tempat tinggal) yang sama melakukan hubungan sosial karena sesama tetangga atau satu desa. Faktor – faktor lain seperti agama, suku, profesi, dan sebagainya tidak terlalu menonjol karena merupakan tetangga atau desa.
Misal :
Hubungan sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat yang berada pada satu RT dan RW di kota – kota. Hubungan sosial yang terjadi di suatu desa, selain disebabkan faktor hubungan keluarga, juga disebabkan faktor tempat tinggal. Misalnya, seorang pendatang yang tinggal di suatu desa, walaupun ia tidak memiliki hubungan keluarga dengan masyarakat desa itu, akan tetapi antara si pendatang dengan masyarakat desa akan terbentuk suatu hubungan sosial.

Saling Membutuhkan
Adanya keperluan yang saling membutuhkan mendorong individu atau masyarakat melakukan hubungan sosial.
Misal :
ø  Hubungan sosial antara penjual dan pembeli dapat terjadi karena keduanya saling membutuhkan. Pembeli perlu barang, sedangkan penjual perlu uang.




ø  Hubungan sosial antara tukang becak dengan penumpang dapat terjadi karena keduanya saling membutuhkan, penumpang memerlukan tukang becak untuk mengantarkannya ke tempat tujuan, sedangkan tukang becak memerlukan penumpang karena ingin memperoleh uang.







Indikator 3 





Mengidentifikasi
Dampak-dampak
Hubungan Sosial

Hubungan sosial yang terbentuk masyarakat memberikan dampak kepada masyarakat itu sendiri, baik yang sifatnya positif maupun yang negatif

Dampak Positif
ö         Terjadinya kerja sama antara warga sehingga terbentuk masyarakat yang harmonis dan rukun
ö         Terbentuk kelompok atau golongan di masyarakat yang didasarkan berbagai kepentingan atau tujuan
ö         Membentuk kebutuhan mayarakat, karena dengan adanya hubungan sosial, mendorong masyarakat untuk dapat saling mengisi kebutuhan masing-masimg
ö         Meningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi hanya dapat tumbuh dan meningkat bila ada hubungan sosial di masyarakat yang berkaitan dengan ekonomi. Tidak akan ada individu, perusahaan, dan sebagainya tanpa adanya hubungan sosial.
ö         Mendorong terwujudnya demokrasi karena adanya hubungan sosial akan memunculkan wadah seperti organisasi tempat masyarakat untuk menyalurkan pendapat dengan cara demokrasi.

ö         Memunculkan adanya pembagian kerja di masyarakat, karena dengan adanya hubungan sosial, masyarakat akan terseleksi dengan sendirinya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kemampuan masing-masing akan menentukan jenis dan pembagian kerja yang sesuai untuknya dalam suatu organisasi di masyarakat.
ö         Mempererat persahabatan di antara warga, karena adanya hubungan sosial akan terbina silahturahmi.
ö         Mendorong masyarakat berfikir maju. Melalui hubungan sosial, keterampilan, dan sebagainya. Hal ini akan mendorong masyarakat berpikir untuk dapat lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya.


Dampak Negatif
ö         Dapat menimbulkan terjadinya ketegangan dan pertengkaran sosial, perbedaan pendapat dan pandangan dalam hubungan sosial yang tidak dapat terselesaikan, dan sering menimbulkan ketegangan sosial, bahkan ada kalanya muncul menjadi konflik fisik



    Contoh :
¯ Perkelahian yang terjadi antara anggota kelompok atau masyarakat
(tawuran yang terjadi pada antar pelajar)





¯  Perseteruan dalam suatu organisasi
¯  Bentrokan antar golongan atau kelompok
¯ Perang antara satu negara dengan negara lain
ö         Dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat
    Contoh :
¯ Persaingan untuk mendapatkan posisi jabatan dengan cara menjelek-jelekkan orang lain, bahkan ada kalanya menteror lawan atau saingan
¯  Persaingan di bidang ekonomi dengan cara menjatuhkan usaha orang lain agar usahanya dapat maju
¯  Persaingan untuk memperoleh sumber daya yang tersedia, misalnya persaingan dalam memperoleh BBM, sering memunculkan konflik karena sumber daya yang tersedia terbatas, tidak dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat
(warga antre untuk mengambil minyak tanah)

ö         Dapat memunculkan sikap otoriter (kekuasaan)
Dengan adanya hubungan sosial, akan terbentuk kelompok masyarakat, organisasi, bahkan negara. Dengan terbentuknya kelompok, organisasi, dan sebagainya, akan memunculkan persaingan untuk menjadi pimpinan. Ada kalanya dalam mendapatkan pimpinan, dilakukan dengan kekuatan, dan ia pun akhirnya memimpin dengan otoriter yaitu memimpin dengan sewenang-wenang dengan kekuasaan yang dimilikinya. Siapa yang tidak menuruti permintahnya, dia tindak dengan tegas.






..~~SeLe$a!~~..
Daftar Isi

Indikator 1
Mengidentifikasi bentuk-bentuk hubungan sosial
Menurut Status......................................................................................................
Hubungan Tertutup................................................................................................
Hubungan Terbuka................................................................................................
Menurut Tingkat....................................................................................................
Hubungan Sosial Horizontal................................................................................
Hubungan Sosial Vertikal.....................................................................................
Menurut Waktu.......................................................................................................
Hubungan Temporer.............................................................................................
Hubungan Permanen...........................................................................................
Menurut Kepentingan..........................................................................................
Hubungan Sosial Primer......................................................................................
Hubungan Sosial Sekunder.................................................................................

Indikator 2
Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong terjadinya hubungan sosial
Kesamaan Asal (daerah) Atau Bahasa............................................................

Kesamaan Agama.................................................................................................

Hubungan Keluarga.............................................................................................

Hubungan Kerja....................................................................................................

Kesamaan Ideologi...............................................................................................

Kesamaan Kepentingan......................................................................................

Kesamaan Tempat Tinggal (domisili)..............................................................

Saling Membutuhkan...........................................................................................

Indikator 3
Mengidentifikasi dampak-dampak hubungan sosial
Dampak Positif.......................................................................................................

Dampak Negatif.....................................................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar